Jakarta – Memasuki usia ke-24, Universitas Nusa Mandiri (UNM) hadir dengan semangat baru untuk terus bertransformasi menjadi Kampus Digital Bisnis yang unggul, adaptif, dan berdampak. Perayaan hari jadi tahun ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menjadi momen refleksi pencapaian serta penyusunan strategi besar menuju masa depan yang lebih progresif.
Rektor UNM, Prof. Dr. Dwiza Riana, menyampaikan rasa syukur atas perjalanan panjang kampus yang berdiri sejak 2001. Ia menegaskan, ulang tahun kali ini menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen menghadirkan pendidikan tinggi berkualitas dan relevan dengan perkembangan zaman.
“Di usia 24 tahun ini, kami bersyukur atas seluruh proses yang telah dilalui. Perjalanan ini mengajarkan arti konsistensi menjaga mutu, keberanian untuk berubah, dan semangat melayani masyarakat melalui pendidikan,” ungkap Prof. Dwiza, Rabu (8/8).
Ia berharap UNM dapat mengokohkan posisinya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya menghasilkan lulusan kompeten, tetapi juga inovatif, memiliki jejaring internasional, dan memberi kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Kami ingin UNM unggul bukan hanya secara administratif, tetapi juga bermakna di hati masyarakat. Lulusan kami harus berdaya saing global dan menjadi bagian dari solusi,” tegasnya.
Menjelang tahun 2026, UNM menargetkan akreditasi institusi peringkat unggul, melanjutkan tiga program studi yang telah meraih predikat tersebut. Digitalisasi sistem akademik dan manajemen berbasis interoperabilitas data juga akan diterapkan sebagai bagian dari transformasi kampus digital.
Dalam riset dan pengabdian masyarakat, UNM akan fokus pada solusi berbasis teknologi untuk menjawab persoalan sosial. Perluasan jejaring internasional akan digencarkan melalui kolaborasi riset, program pertukaran pelajar, dan double degree.
“Kolaborasi, inovasi, dan integritas menjadi fondasi kami. Kurikulum akan terus disesuaikan dengan pendekatan Outcome-Based Education (OBE) dan kebijakan Kampus Berdampak,” jelasnya.
UNM juga mengandalkan Internship Experience Program (IEP) atau skema 3+1 sebagai program unggulan. Mahasiswa menempuh kuliah tiga tahun, kemudian menjalani satu tahun magang di perusahaan nasional maupun multinasional.
“Kami ingin lulusan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berpengalaman kerja, memiliki jaringan profesional, dan memahami dunia industri. IEP menjadi jembatan untuk mencetak talenta digital yang dibutuhkan bangsa,” tutup Prof. Dwiza.


















