banner 728x250
Berita  

Eks Presma BEM UNM Minta DPRD dan Pemkot Bekasi Evaluasi Direksi Tirta Patriot

banner 120x600
banner 468x60

Jakarta — Direktur Perumda Tirta Patriot Kota Bekasi kembali menjadi sorotan publik setelah beredar dugaan bahwa ia tertidur saat mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Panitia Khusus (Pansus) 8 DPRD Kota Bekasi. Peristiwa ini memicu kritik keras dari kalangan mahasiswa.

Demisioner Presiden Mahasiswa Universitas Nusa Mandiri, Coky Atma Jaya, mengecam keras insiden tersebut karena dinilai mencederai profesionalisme dan merendahkan martabat forum resmi pengawasan publik.

banner 325x300

“RDP adalah forum pertanggungjawaban publik, bukan tempat tidur atau menunjukkan ketidakseriusan. Apa pun alasannya, dugaan tindakan itu tidak mencerminkan profesionalisme,” kata Coky dalam pernyataan tertulisnya, Rabu (26/11/2025).

Ia menilai bahwa perilaku tersebut turut mencoreng nama baik Perumda Tirta Patriot serta melemahkan kewibawaan DPRD sebagai lembaga pengawas.

Coky mendesak Direktur Perumda Tirta Patriot memberikan klarifikasi terbuka kepada publik guna meluruskan informasi yang beredar. Ia juga meminta Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bekasi melakukan evaluasi menyeluruh terhadap jajaran direksi perusahaan daerah tersebut.

“Jika terbukti ada pelanggaran etika atau ketidakmampuan menjalankan tugas, pemerintah daerah perlu mengambil langkah tegas,” ujarnya.

Selain itu, ia menuntut DPRD Kota Bekasi menindaklanjuti insiden tersebut secara serius dan memastikan tidak ada pelanggaran yang dibiarkan tanpa konsekuensi.

Menurut Coky, Perumda Tirta Patriot memegang peranan penting dalam penyediaan air bersih bagi warga. Karena itu, setiap bentuk kelalaian, apalagi yang terjadi dalam forum pengawasan resmi, layak mendapat perhatian publik.

“Pelayanan publik adalah amanah, bukan sekadar formalitas. Jika pada forum resmi saja muncul dugaan kelalaian mencolok, wajar publik mempertanyakan kapasitas kepemimpinan yang ada,” tegasnya.

Pernyataan Sikap

Coky Atma Jaya menyampaikan empat sikap tegas:

  1. Mengecam keras dugaan tindakan tidak profesional yang mempermalukan Perumda Tirta Patriot dan merusak wibawa rapat resmi DPRD Kota Bekasi.
  2. Menuntut Direktur Perumda Tirta Patriot memberikan klarifikasi terbuka kepada publik.
  3. Mendesak Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bekasi melakukan evaluasi mendalam serta mempertimbangkan langkah tegas jika ditemukan pelanggaran etika atau ketidakmampuan menjalankan tugas.
  4. Meminta DPRD Kota Bekasi memastikan insiden tersebut tidak dibiarkan tanpa konsekuensi yang jelas.

Coky menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa sikap abai di ruang publik tidak boleh dianggap sepele.

“Rapat resmi adalah tempat bekerja, bukan tidur. Pelayanan publik adalah amanah, bukan seremonial. Insiden memalukan ini tidak boleh dianggap wajar dan tidak boleh didiamkan,” pungkasnya.

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *